Blog tentang review dan tutorial blogger.

Search This Blog

Monday, June 17, 2019

Linux Distro Atau Phoenix OS?

Halo teman-teman apa kabar kalian kali ini? Semoga kalian dalam keadaan baik-baik saja. Kali ini saya mau curhat tentang pengalamanku memilih Sistem Operasi alternatif antara distro Linux dengan Phoenix OS yang berbasis android. Seperti yang kita ketahui sebenarnya android pun berbasis linux namun dirancang khusus untuk perangkat layar sentuh. Nah Phoenix OS ini memberikan alternatif bagi kita para pengguna desktop untuk menikmati sensasi menggunakan android di desktop kita.

Bingung

Sebelumnya saya bingung memilih sistem operasi kedua di laptop saya, pilihannya antara Distro Linux seperti Ubuntu, Elementary OS dan Manjaro Linux dengan Phoenix OS yang berbasis android. Semalam saya sudah download file ISO dari Ubuntu, Elementary OS serta Manjaro Linux dan sudah membuat USB bootablenya lalu mencoba versi live nya.

Mencoba Elementary OS

Yang pertama saya mencoba live USB Elementary OS. Tampilannya sangat keren dan orang-orang bilang tampilannya mirip tampilan MacOS karena ada dock nya. Sistem operasi ini sangat enteng di operasikan di laptop saya. Tapi ada satu masalah yang saya hadapi ketika menggunakan Elementary OS ini yaitu Elementary OS tidak bisa mendeteksi perangkat wi-fi bawaan di laptop saya, mungkin karena laptop saya adalah laptop jadul. Setelah saya nyari solusinya kesana-kemari di google saya nyerah karena ga nemu solusi yang cocok dengan masalah saya.

Mencoba Manjaro Linux

Yang kedua saya mencoba Manjaro Linux. Sayapun mencoba Live USB nya tapi lagi-lagi masalah yang sama saya temui yaitu Manjaro Linux tidak bisa mendeteksi perangkat wi-fi bawaan laptop saya. Soal tampilan Manjaro Linux tidak kalah keren dengan Elementary OS.

Mencoba Ubuntu

Yang ketiga saya mencoba distro Ubuntu yang terkenal itu. Dan ketika mencoba live USB nya lagi-lagi saya mendapatkan masalah yang sama yaitu tidak terdeteksinya perangkat wi-fi bawaan laptop saya.

Permasalahan Yang Timbul

Terus saya berpikir gimana nantinya kalau mau internetan atau mau update? Saya kan ga punya internet kabel, selama ini saya mengandalkan smartphone saya dengan fitur hotspotnya untuk internetan. Pastinya susah kalau punya distro linux sekeren Ubuntu, Elementary OS atau Manjaro Linux tapi tanpa terhubung ke internet, bakalan susah update dan instal aplikasi. Jadi saya mengurungkan niat menginstal Ubuntu, Elementary OS dan Manjaro Linux ini.

Pilihan Akhir

Dan pilihan terakhir adalah menginstal Phoenix OS. Kelebihan Phonix OS yang saya dapatkan adalah Phoenix OS bisa mendeteksi wi-fi di laptop saya dan sistem operasi ini bisa dengan mudah disandingkan dengan sistem operasi Windows. Penginstalannya pun sangat-sangat mudah. Terus terang saya udah pernah beberapa kali menginstal sistem operasi ini dan mendapatkan pengalaman-pengalaman baru mencoba android di laptop. Walaupun ada android emulator tapi Phoenix OS ini menurut saya lebih bagus kalau untuk di gunakan untuk keperluan android gaming karena tidak harus berbagi RAM dan processor dengan sistem operasi layaknya android emulator. Apalagi laptop saya adalah laptop jadul jadi suka kewalahan kalau pakai android emulator. Dan akhirnya saya memilih menginstal Phoenix OS sebagai OS kedua di laptop saya.

Share & Komen

Buat teman-teman apakah kalian ada yang mempunyai pengalaman menginstal Phoenix OS atau distro Linux yang saya sebutkan di atas? Kalau ada share pengalamannya di kolom komentar yah.

Akhir Kata

Oke segitu dulu curhat saya tentang pengalaman saya memilih sistem operasi kedua untuk laptop jadul saya. Maaf kalau kata-katanya berantakan, saya masih belajar untuk mencurahkan pengalaman saya ke dalam tulisan dan masih belajar membuat sebuah artikel yang baik. Akhir kata salut untuk kalian yang membaca artikel ini dari awal sampai akhir hehe, kurang dan lebihnya saya ucapkan terima kasih.

No comments:

Post a Comment

© Mag 2019. Powered by Blogger.