Blog tentang review dan tutorial blogger.

Search This Blog

Tuesday, June 25, 2019

Ramai Penolakan Terhadap Libra, Mata Uang Kripto Besutan Facebook

Jalan terjal akan di lalui Facebook yang memilih cryptocurrency sebagai alat transaksi keuangan mereka. Belum juga di luncurkan Libra sudah banyak menuai penolakan dari para ahli dan pengamat dunia yang mayoritas karena masalah keamanan. Akibatnya Libra akan mendapat tantangan dari segi trust atau kepercayaan para penggunanya.

Peretasan

Yang mengikuti perkembangan dunia cryptocurrency mungkin pernah mendengar tentang peretasan yang beberpa kali terjadi ke beberapa bursa cryptocurrency. Pada September 2018 lalu misalnya, bursa jual beli cryptocurrency asal Jepang bernama Zaif dirampok dan mengalami kerugian sebesar US$ 60 juta. Lalu pada Januari 2018, bursa Coincheck bernasib serupa, mengalami peretasan dengan kerugian hingga US$ 534 juta. Masih banyak lagi kasus-kasus peretasan yang menimpa bursa cryptocurrency seperti BitFinex dan MtGox dengan kerugian jutaan hingga ratusan juta dolar, yang tentunya merugikan para investor.

Penipuan

Libra bisa berdampak langsung pada cara mengirim uang ke seluruh dunia dan menggantikan transaksi berbasis wire (elektronik) yang sering mengalami fraud.
Facebook dan mitra-mitranya telah melakukan investasi yang signifikan dalam hal keamanan dalam mata uang Libra, dan dompet digital-nya Calibra. Tetapi sejak awal, Libra telah menjadi target peretas internasional yang ingin membuat cara baru penipuan dengan mengelabui pengirim.

Mengguncang Sistem Perbankan

Selain itu, cryptocurrency juga mendapat kritik dari tokoh-tokoh top di dunia finansial. Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Chirstine Lagarde pada April lalu mengatakan mata uang digital akan mengguncang sistem perbankan dan harus dimonitor untuk menjaga stabilitas.
Kemudian ada lagi Senator Partai Democrat, Sherrod Brown menyampaikan sikap skeptisnya pada Libra. "Kami tidak bisa membiarkan Facebook menjalankan cryptocurrency baru yang berisiko keluar dari rekening bank Swiss tanpa pengawasan," tulisnya.

Kesimpulan

Di tengah ramainya penolakan mata uang cryptocurrency kita tidak bisa begitu saja menutup mata akan kemungkinan masa depan keuangan dunia berada disana. Seperti yang kita tau dari sejarah, alat transaksi selalu berubah dari masa ke masa, mulai dari barter, emas, uang kertas dan sekarang sampai e-money. Mata uang tradisional dan sistem e-money sekarang ini juga tidak luput dari masalah, mulai dari uang palsu, perampokan, penipuan, fraud serta banyak lagi yang sepertinya akan selalu mengiringi langkah perubahan alat transaksi. Apakah perubahan ekonomi dunia akan terjadi bersama dengan Libra dan para cryptocurrency lainnya yang tergabung dalam generasi blockchain? Kalaupun hal itu terjadi akan memerlukan waktu transisi yang cukup lama. Mungkin anak cucu atau generasi kita lainnya di masa depan lah yang akan menceritakan kembali kelanjutan dari kisah ini.

1 comment:

  1. Miris banget, postingan yang sangat bagus sekali karena pas ngebaca ini teringat kondisi kita saat ini

    ReplyDelete

© Mag 2019. Powered by Blogger.